.::Selamat Datang Di web blog Suporter Persip Pekalongan::.

.::Selamat Datang Di Weblog Suporter Persip Pekalongan ::.

Rabu, 23 Februari 2011

Gelombang Protes Terus Bermunculan

Gelombang protes terkait tidak lolosnya George Toisutta dan Arifin Panigoro dalam verifikasi calon Ketua Umum PSSI terus mengalir. Yang terbaru, kelompok yang menamakan diri Masyarakat Pecinta Sepakbola Jawa Timur (MPSJ), telah melakukan aksi di Kantor KONI Jatim, Jalan Kertajaya Surabaya, kemarin.

Sekitar lima puluh orang melakukan protes dengan membawa spanduk dan poster.  Mereka juga melakukan orasi. Koordinator Aksi, Rudi Setiawan mengatakan, PSSI telah melakukan rekayasa busuk dalam proses verifikasi tersebut. Massa juga menolak rencana dan hasil Kongres PSSI pada 26 Maret di Bali mendatang.

"Sebab itu hanya akal-akalan Nurdin (Halid). Kami juga mendesak kejaksaan, polisi dan KPK, untuk mengusut kasus korupsi Nurdin dan antek-anteknya," kata Rudi.

Dalam demonstrasi kemarin, massa diterima oleh Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid, dan Sekretaris Umum Alisjahbana. Abror mengatakan, KONI yang membawahi cabang olahraga memlili hak langsung atau tidak langsung. Dia berjanji akan menampung protes demonstran itu. "Saya ingin hasil verifikasi dibuka ke publik. PSSI jangan bertindak diskriminatif dan sewenang-wenang," tandasnya.

Sementara itu, Komisaris Persebaya 1927 dan juru bicara stakeholder sepak bola Jatim, Saleh Ismail Mukadar mengatakan, bahwa hampir semua klub di Jatim solid menentang Nurdin. Saleh pun mengungkapkan bahwa pihaknya sedang menggodok wacana untuk membuat PSSI tandingan.

"Itu adalah salah satu opsi dari sekian banyak yang kami pikirkan. Intinya, ini adalah ungkapan kekesalan terhadap ulah Nurdin cs," kata Saleh.

Anggota DPRD Jatim itu menambahkan, beberapa kelompok suporter akan berbondong-bondong ke Jakarta hari ini. Tujuannya adalah melakukan aksi besar-besaran. Dari informasi yang diperolehnya, Aremania (Arema) dan Boro Mania (Persibo Bojonegoro) akan bertolak menggunakan bus.

"Infonya, Arema menggunakan 30 bus dan Persibo 20 bus, yang berangkat malam ini (kemarin, Red). Ini belum termasuk Persebaya, suporter (asal) Solo, Semarang, dan lain sebagainya. Cara-cara aksi massa adalah jawaban, karena Nurdin tidak bisa dilawan dengan hukum," ungkapnya.

Di sisi lain, Sekretaris Umum PSSI Jambi, Hadiyandra, ngotot bahwa nama Arifin Panigoro (AP) dan George Toisutta (GT) dijegal dengan cara tak lazim oleh tim verifikasi. Alasan yang tak dipaparkan secara transparan kepada publik, menurutnya membuat jutaan rakyat Indonesia bertanya-tanya.

"Saya sendiri bingung. Kenapa mereka berdua tak lolos? Padahal seharusnya keduanya adalah figur yang sangat-sangat ideal," kata Hadi. Karena itulah, terkait terganjalnya AP dan GT, para barisan pendukung keduanya menurutnya, siap melakukan koordinasi demi sukses keduanya.

Nah, langkah paling ekstrem pun siap ditempuh demi mengembalikan sepak bola Indonesia ke treknya. Yakni, membentuk PSSI tandingan. "Wacana itu sudah ada. Kita tinggal tunggu hasil banding yang dilakukan Pak Arifin dan George," ucap pria berusia 42 tahun itu.

Dengan adanya dua federasi sepak bola di negara salah satu anggotanya, tentunya mau tak mau FIFA akan segera mengecek apa yang terjadi. Kalaupun hal itu lantas ditindaklanjuti FIFA dengan memberikan sanksi berupa pembekuan PSSI, maka menurut Hadi, jalan itu dianggap yang terbaik.

"Kita ambil saja hikmah kalau dibekukan oleh FIFA. Misalnya dibekukan selama lima tahun, toh pembinaan masih jalan. Siapa takut dibekukan?" tantang bapak dua anak tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar